Sunday, 17 December 2017

Sikapi Demo Angkot, BRT Tetap Operasikan Koridor Baru

Thursday, 09 March 2017 11:33
Rate this item
(1 Vote)
Ilustrasi: Unjuk rasa pengemudi angkutan kota Ilustrasi: Unjuk rasa pengemudi angkutan kota

BodjongPolitan, Semarang - Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan sopir angkot Kota Semarang tidak membuat pengelola Badan Layanan Umum (BLU) Bus Rapid Transit (BRT) bergeming.

 

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Tribowo, menjelaskan bahwa keberadaan BRT tidak untuk mematikan sopir dan pengusaha angkutan, tapi untuk meningkatkan keamanan, keselamatan dan keamanan penumpang.

 

"Pengelolaan BRT bukan untuk profit tapi lebih pada pelayanan kepada masyarakat. Apalagi tarif dan waktu yang lebih baik buat masyarakat," kata Tribowo setelah melakukan audiensi dengan perwakilan pengunjuk rasa di balai kota Semarang, kemarin (8/3).

 

Di sisi lain, Plt. Kepala BLU BRT Agung Nurul Falah menjelaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama dengan pemenang lelang untuk mencarikan solusi bagi para pengemudi.

 

"Ada berbagai alternatif, misalnya dengan pengaturan jalur atau jam operasi," kata Agung.

 

Agung juga menegaskan jika operasional BRT tetap akan berjalan sesuai dengan jadual. Saat ini sudah melalui tahap lelang dan dijadualkan bulan April tahun ini dipastikan beroperasi.

 

Rabu kemarin (8/3) ratusan sopir angkot mengadakan unjuk rasa di Balai Kota Semarang memprotes rencana operasional BRT koridor V (Meteseh - PRPP), koridor VI (Unnes -  Undip) dan BRT jurusan Bawen - Terminal Terboyo. Mereka meminta agar rencana tersebut dibatalkan.

 

Menurut para pengunjuk rasa, dengan beroperasinya BRT di jalur-jalur tersebut akan merugikan para sopir karena penumpang akan beralih ke BRT yang lebih murah. Hal ini akan menurunkan pendapatan mereka. (BP-901)

Read 224 times