Sunday, 17 December 2017

Kota Lama Semarang Satu-satunya Yang Bertahan Di Daftar Sementara Unesco

Thursday, 09 March 2017 10:03
Rate this item
(3 votes)
Ilustrasi: Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita saat memberikan suaranya di Pilwalkot Semarang 9 Desember 2015 lalu. Ilustrasi: Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita saat memberikan suaranya di Pilwalkot Semarang 9 Desember 2015 lalu.

BodjongPolitan, Semarang - Kota Lama Semarang dipastikan tetap masuk dalam daftar sementara warisan budaya dunia Unesco. Kepastian tersebut didapat setelah Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita, bertemu dengan perwakilan Unesco di Kedutaan Besar Indonesia di Paris Perancis, beberapa waktu lalu.

 

“Alhamdulillah, Kota Lama masih masuk tentative list (daftar sementara) warisan budaya dunia Unesco," ucap syukur Mbak Ita.

 

Sementara itu, menurut informasi, Sawahlunto dan Kota Tua dicoret dalam daftar sementara warisan budaya dunia Unesco lantaran tidak melengkapi data yang diperlukan.

 

"Untuk mengantisipasi agar tidak dicoret dari daftar sementara, kami harus mengumpulkan data-data sejarah terkait Kota Lama agar bisa ditetapkan sebagai warisan budaya dunia Unesco,” ujarnya, Minggu lalu (5/3).

 

Wakil Wali Kota Semarang yang dikenal supel dan disiplin ini mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar bisa membantu mendapatkan data sejarah Kota Lama di Belanda, mengingat banyak data yang dinilai masih berada di Negeri Kincir Angin itu.

 

"Kami akan minta bantuan ke pemerintah pusat, apalagi Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Belanda sudah berkunjung ke Kota Lama dan memberi sinyal bersedia menyerahkan data historikal Kota Lama ke Indonesia,” kata Mbak Ita.

 

Ditambahkan oleh Mbak Ita, yang juga ketua Badan Pengelolaan Kawasan Kota Lama (BP2KL), Pemkot Semarang juga diminta menentukan tema tertentu di kawasan Kota Lama sebagai kawasan wisata. 

 

“Kami berencana menentukan tema perdagangan gula. Dulu Kota Lama sebagai pusat perdagangan dunia dan paling menonjol yakni perdagangan gula,” jelasnya.

 

“Tenggat waktunya sampai 2018. Hingga kini, Kota Lama satu-satunya di Indonesia yang masih bertahan masuk daftar sementara warisan budaya dunia,” paparnya.

 

Sementara itu, Kabid Tata Ruang Dinas Penataan Ruang Kota, Nik Sutiyani menyatakan, Kota Semarang mendapatkan tawaran dari Unesco untuk bergabung dalam Jejaring Kota Kreatif Unesco/Unesco Creative Cities Network (UCCN). Hingga kini, baru Pekalongan dan Bandung yang sudah bergabung dalam UCCN.

 

“Tujuan UCCN yakni untuk memperkuat jalinan kerja sama internasional antara kota-kota di dunia yang berkomitmen mengedepankan kreatifitas dalam pembangunan berkelanjutan. Kami akan kaji terlebih dahulu berdasarkan tujuh kategori itu,” tandasnya. (BP-901)

Read 212 times