Sunday, 17 December 2017

Laser, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang: "Saya kehilangan ibu"

Wednesday, 08 March 2017 10:22
Rate this item
(1 Vote)
Almarhumah Sugihartini semasa hidupnya Almarhumah Sugihartini semasa hidupnya

BodjongPolitan, Semarang - Bagi Laser Narindro, politisi muda asal Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Semarang, meninggalnya Sugihartini bagai kehilangan sosok ibu di wilayah pengabdiannya sebagai anggota dewan.

 

Saat BodjongPolitan mengkonfirmasi meninggalnya legislator perempuan asal Fraksi PDI Perjuangan tersebut, Rabu (8/3), Laser tidak dapat menutupi kesedihannya.

 

"Ya Mas. Yang pasti saya merasa sangat kehilangan sosok ibu yang selalu menyemangati saya, menemani saya ketika saya sedang sedih dan bingung," kenang Laser.

 

Menurut Laser, politisi muda yang getol dengan pengembangan UMKM Kota Semarang ini, almarhumah Sugihartini bukan hanya rekan kerja saja tetapi sudah dia anggap seperti ibu saya sendiri.

 

"Almarhumah dikenal dengan sosok yang baik dengan sesama, suka menolong tanpa membedakan latar belakang seseorang, semangat dan rajin di kanto. Jujur, saya dan kawan-kawan di komisi (Komisi D DPRD Kota Semarang, pen) sangat merasa kehilangan figur Bu Sugihartini. Kami mendoakan InshaAllah beliau khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan ikhlas," imbuh Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang yang juga dikenal sering berdiskusi dengan aktivis ini.

 

Kesedihan Laser nampak jelas sebagaimana ditulisnya dalam media sosial Path di akunnya, Den Laser:

 

Selamat jalan Bu Sugihartini, suatu kehormatan bisa bekerjasama 1 komisi dengan ibu di Kantor, selama bekerjasama dengan ibu, ibu selalu menyemangati saya dikala saya sedang sedih dan bingung dengan pekerjaan, tempat curhat saya kalau di kantor, yang membela saya disaat saya sedang putus asa dan gagal, bahkan jengukan saya terakhir beliau selalu bilang "wah iki loh pak ketua teko, apikan toh wonge" dengan ciri khas tawa dan canda beliau walaupun beliau sudah dalam keadaan lemas karena penyakitnya sekalipun masih bilang "maaf yah pak ketua, saya belum sempat ke kantor dan belum bisa dampingi pak ketua" dan selalu bilang "saya tuh seneng lihat pak ketua kalau lagi sama mba kiki, kelihatan serasi dan bisa jadi panutan temen2", "eling, koe wis duwe bojo ayu tur apikan, wis rak sah nggolek sing liyo yah mas", sekarang sudah tidak ada lagi canda tawa mu di ruang komisi, yang menyemangati saya, membela saya. Selamat jalan bu Sugihartini, selamat beristirahat dengan tenang, I already miss you bu

 (BP-901)

Read 234 times