Friday, 19 January 2018

Buruh Simoplas Tuntut Kejelasan Nasib

Thursday, 23 February 2017 11:59
Rate this item
(1 Vote)
Buruh lelaki PT. Simoplas melakukan aksi ngligo sebagai simbol perjuangan mereka Buruh lelaki PT. Simoplas melakukan aksi ngligo sebagai simbol perjuangan mereka

BODJONGPOLITAN, Semarang - Ratusan buruh yang tergabung dalam Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan dan Umum (PUK SP KEP) PT. Simoplas Grup menggelar aksi sepanjang jalan mulai kawasan Tugu hingga Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Semarang. Aksi ini digelar untuk menuntut kejelasan hak buruh PT. Simoplas yang selama ini tidak jelas.

 

Sekitar jam 08.00 WIB, ratusan buruh tersebut dengan mengendarai berbagai kendaraan, baik sepeda motor maupun angkot, melakukan konvoi menuju Kantor Disnakertrans Kota Semarang yang terletak di Jalan Ki Mangunsarkoro. Konvoi ratusan buruh ini sontak membikin arus lalu lintas tersendat karena separuh badan jalan dipenuhi massa buruh.

 

Tiba di Jalan Ahmad Yani yang berjarak sekitar 500 meter dari Kantor Disnakertrans Kota Semarang, konvoi massa buruh menghentikan lajunya dan merubah aksi dengan masing-masing buruh laki-laki melepas baju bertelanjang dana. Konvoi yang sebelumnya mengendarai kendaraan, berubah dengan berjalan kaki dan menuntun kendaraan mereka.

 

"Aksi ngligo ini kami sampaikan agar masyarakat, pemerintah dan pengusaha memahamai apa yang kami rasakan. Kami tidak ingin kejadian lebaran kemarin terulang kembali, dimana kami harus bersusah payah mendapat hak normatif berupa tunjangan hari raya (THR) sampai dini hari," tutur Ahmad Zainudin, Ketua SP KEP Simoplas Grup.

 

Zainudin menambahkan, bahwa aksi hari ini untuk menyikapi undangan dari Disnaker Kota Semarang yang mengundang mediasi antara beberapa pihak antara lain pihak pekerja, pengusaha, pemerintah dan undangan tambahan dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

 

Mediasi dipimpin oleh Kabid Hubungan Industrial Disnaker Kota Semarang ini relatif tertib hingga skorsing dilaksanakan jam 11.30 WIB. Nampak puluhan petugas keamanan dari Polri berjaga-jaga baik di dalam maupun luar tempat mediasi.

 

"Intinya, hal pokok yang menjadi permasalahan untuk dimediasikan pada hari ini yaitu: upah buruh selama dirumahkan yang dijanjikan 69% upah total perbulan, sejak April 2016 sampai sekarang masih ada kekurangan dalam pembayaran perbulannya. Kedua, mengenai kelanjutan hubungan kerja dan, yang ketiga, tentang BPJS-BPJS yang belum dibayarkan," papar Sudiyono, pegawai Bidang Hubungan Industrial Disnaker Kota Semarang.

 

Pihak perusahaan yang diwakili Robert menjelaskan situasi perusahaan terkini dimana sekitar separuh pekerja Simoplas atau sekitar 700 orang sudah dipekerjakan dengan cara Kerja Sama Operasional (KSO) di PT. Randugarut Plastic Industries (RPI) yang merupakan grup Simoplas. Sementara itu, untuk sisanya atau pekerja yang masih dirumahkan, kita minta waktu dulu karena hari ini ada beberapa pihak yang akan mengajukan proposal.

 

Di sisi lain, Markus, Direktur PT Simoplas meminta ketegasan kepada KSO apakah Simoplas mau dijalankan kembali atau diberhentikan.

 

"Jika Simoplas berhenti, maka kami harus membayar kewajiban-kewajiban kami yang menjadi hak karyawan. Jika diperkenankan, kami minta waktu berembug dulu," pinta Markus.

 

Sekitar jam 11.30 WIB, pertemuan diskorsing untuk memberi kesempatan kepada pihak pengusaha berembug. Sampai dengan berita ini ditulis, mediasi masih diskors. Nampak ratusan pekerja masih bertahan di halaman Disnakertrans Kota Semarang. (BP-901)

Read 196 times