Sunday, 17 December 2017

Cerita Warga tentang Sulitnya Menggunakan Hak Pilih di Jakarta

Thursday, 16 February 2017 02:29
Rate this item
(0 votes)
Tempat pemungutan suara (Foto: dok. Istimewa) Tempat pemungutan suara (Foto: dok. Istimewa)

Jakarta - Warga Kelurahan Kelapa Gading Barat, berinisial AI, mengeluhkan pelayanan panitia TPS di tempatnya mencoblos. Dia sempat dibuat ribet oleh petugas karena tidak memiliki e-KTP, padahal dia sudah memiliki formulir C-6 untuk mencoblos cagub DKI.

AI bercerita, dia dan keluarganya datang ke TPS 047, yang berada di RT 07 RW 09, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Rabu (15/2/2017), pukul 09.30 WIB. Begitu datang, dia antre untuk masuk ke bilik pencoblosan.

Tetapi, saat giliran dia tiba, dia ditanyai e-KTP oleh panitia. Karena tidak punya e-KTP, dia tidak diperkenankan memilih, padahal dia sudah membawa formulir C-6 hingga kartu keluarga. AI menjelaskan, bukannya dia tidak mau membuat e-KTP, tetapi dia sudah mencoba membuat e-KTP ke kelurahan setempat, namun blangko e-KTP habis.

"Dan itu bukan saya saja, mungkin ada 5-10 orang yang mempermasalahkan. Bahkan ada orang tua yang bisa dibilang sepuh sampai marah-marah juga," ujar AI saat dikonfirmasi detikcom.

Petugas pun menyuruh AI antre sampai pukul 12.00 WIB. Dia pun mulai antre sekitar pukul 11.30 WIB, tapi pada pukul 12.00 WIB AI tidak diperkenankan mencoblos.

AI yakin dirinya dan beberapa warga yang tidak boleh memilih berhak melakukan pencoblosan dan sudah sesuai UU yang berlaku. AI dan warga lainnya pun mengadu kepada tim pengawas hingga bertanya kepada para komisioner KPUD DKI via media sosial.

Akhirnya, pada pukul 12.30 WIB, dia dan para warga yang sempat tidak diperkenankan mencoblos boleh masuk ke TPS dan menyuarakan hak pilihnya. Namun AI tetap keberatan dengan perlakuan petugas karena banyak warga yang seharusnya memilih cagub-cawagub malah pulang ke rumahnya.

"Saya bersama beberapa warga berkeras untuk menggunakan kesempatan hak pilih kami, karena saya yakin kami ini sudah memenuhi syarat sesuai aturan. Tapi kasihan warga yang lain, bahkan ada yang sampai pulang karena dibuat seperti ini. Hak pilih mereka kan terbuang," jelas AI.
(rvk/van)

Read 113 times