Friday, 19 January 2018

Ini Beda Temuan Wakil Wali Kota dan Kasatpol PP Terkait Tindak Asusila

Saturday, 04 March 2017 11:58
Rate this item
(0 votes)
Kertas yang diduga surat pernyataan korban agar tidak mengekspos kejadian tindakan cabul oknum Satpol PP Kertas yang diduga surat pernyataan korban agar tidak mengekspos kejadian tindakan cabul oknum Satpol PP

BodjongPolitan, Semarang - Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menemukan hal berbeda dalam kasus Satpol PP cabul. Dalam klarifikasi ke beberapa pihak, Ita menemukan sejumlah fakta yang berbeda dengan yang disampaikan Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Pudyo Martono.

 

Salah satu perbedaan temuan yang mendapat perhatian adalah frekuensi keterlibatan Kas yang telah menggerayangi payudara pegawai honorer itu dalam kegiatan Pelatihan Kesamaptaan. Ita menyebutkan bahwa sejumlah pengakuan menyebutkan bahwa Kas terlibat dalam kepanitiaan yang menyeretnya dalam tindak asusila itu baru satu kali.

 

"Jadi mister Kas ini baru satu kali menjadi panitia. Kepada saya dia mengaku kesurupan saat peristiwa terjadi. Terus saya tanya, kalau kesurupan kenapa yang dipilih yang muda dan cantik, bukan nenek-nenek, kan di daerah situ juga banyak nenek-nenek. Mister Kas cuma menunduk," kata Ita, Sabtu (4/3/2017).

 

Jika benar baru satu kali terlibat panitia, ia tidak begitu khawatir jika peristiwa itu semacam puncak gunung es dimana setiap tahun pasti terulang, namun korban tak berani lapor. Jika setiap tahun ia menjadi panitia, tentu hal itu mengkhawatirkan karena kemungkinan setiap tahun peristiwa itu terjadi. Namun jika benar baru satu kali, yakni tahun 2017, tentu itu cukup melegakan.

 

Sementara itu Kepala Satpol PP Kota Semarang Endro Pudyo Martono menyebutkan bahwa kegiatan Caraka Linmas sebagai salah satu Latihan Kesamaptaan sudah menjadi agenda rutin. Kegiatan itu juga melibatkan instrukstur dari luar seperti Kodim dan juga Basarnas. 

 

"Oknum Kas ini juga sudah dilibatkan menjadi panitia beberapa kali," kata Hendro kepada sejumlah wartawan.

 

Penjelasan Kepala Satpol PP itu justru memancing tanda tanya Wakil Wali Kota Semarang. Sebab berdasar pengakuan beberapa pihak yang dipanggil dan penelusurannya, Kas baru satu kali menjadi panitia. 

 

"Kalau pak Kasatpol PP menyebut sudah biasa jadi panitia, justru menimbulkan tanda tanya. Saya akan meminta penjelasan pak Kasatpol sepulang dari Kupang nanti," kata Ita. (BP-ED)

 

 

 

Read 142 times