Friday, 19 January 2018

Wow Maling Ini Ternyata Cinta Tanaman

Wednesday, 22 February 2017 15:57
Rate this item
(1 Vote)
Petugas Polrestabes Semarang membawa tersangka pencuri AC Petugas Polrestabes Semarang membawa tersangka pencuri AC

BODJONGPOLITAN, Semarang - Sukarno sangat cinta pada tanaman. Namun ia tak menyangka, kecintaannya membawanya berurusan dengan polisi dan mendekam di tahanan Polrestabes gara-gara kecintaannya itu.

Mengapa?

Begini kisahnya.

Kecintaan Sukarno terhadap tanaman terungkap setelah ia bersama temannya, Mustagfirin ditangkap petugas Sat Reskrim Polrestabes Semarang. Mereka ditangkap karena kedapatan mencuri unit outdoor AC atau penyejuk ruangan di sejumlah lokasi. Temuan itu dikembangkan, ternyata Sukarno tak hanya mencuri unit outdoor AC, namun juga tanaman-tanaman dalam pot berbagai jenis, dan ukuran.
 
Dalam penjelasannya, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menjelaskan bahwa yang menjadi sasaran utama pencurian dua sekawan ini adalah unit outdoor penyejuk ruangan. Pengakuan mereka dalam pemeriksaan menyebutkan ada 23 lokasi pencuriannya. 
 
"Mereka beraksi siang dan malam. Setelah berhasil merusak, hasil curian dinaikkan ke mobil pick up," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji.
 
Sukarno mengaku bahwa ketika beraksi, ia menjadi sopir mobil dan Mustagfirin sebagai eksekutor melepas baut-baut AC hingga membawanya ke mobil. Usai mencuri, biasanya mereka langsung menjualnya ke temannya di Semarang. Sasarannya bukan hanya rumah, namun juga ATM.
 
"ATM ada di ATM BRI Giant Pedurungan dan ATM BRI Woltermonginsidi," kata Abiyoso.
 
Hasil curiannya itu, biasanya dijual seharga Rp 400 ribu. Mereka memilih mencuri AC karena relatif lebih mudah dibandingkan barang lainnya. Sasaran ATM juga tak menyebabkan masyarakat curiga, karena dikira petugas yang memang bertugas mengurus.
 
Sementara itu, dalam pengakuannya, Sukarno juga bercerita bahwa selain unit outdorr AC, ia juga mencuri tanaman yang berada dalam pot. namun buru-buru ditambahkan bahwa tanaman itu tak dijualnya, namun dipajang di rumahnya.
 
"Tanaman yang diambil  macam-macam. Ada yang kecil ada yang besar. Diambil dari daerah Tembalang Untuk dipajang di rumah," kata Sukarno.
 
Sisi menarik Sukarno semakin bertambah karena ia ternyata pernah mendaftar sebagai polisi. Tak dijelaskan kapan ia mendaftar sebagai polisi, namun ia sempat ikut test dan dinyatakan gagal.
 
"Iya ikut tes polisi sekali, gagal," kata Sukarno. (BP-ED)
Read 142 times