Sunday, 17 December 2017

Perempuan Anti Korupsi Gandeng KPK

Wednesday, 08 March 2017 11:01
Rate this item
(2 votes)
Aktivis Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) berfoto bersama Komisioner KPK dan Wali Kota Surakarta Aktivis Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) berfoto bersama Komisioner KPK dan Wali Kota Surakarta

BodjongPolitan, Surakarta - Kota Surakarta menjadi tuan rumah Rembug Integritas Pencegahan Korupsi yang diselenggarakan di Pendhapi Gede Balaikota Surakarta, Selasa (7/3/2017).

 

Hadir dalam acara tersebut komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolres, Kejari, Walikota dan Bupati se-Jawa Tengah.

 

Dalam sambutannya, Walikota Surakarta FX Hadi Rudiatmo mengatakan semua daerah harus komitmen memberantas korupsi. Salah satu komitmen Pemkot Surakarta yakni sudah membentuk tim Saber Pungli. Hal ini bertujuan memberantas korupsi di lingkungan pemerintahan.

 

Sementara itu, kegiatan Seminar Gerakan “Saya Perempuan Anti Korupsi” ( SPAK) Selasa (07/03/2017), bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Solo (Lodji Gandrung). 

 

Seminar ini diselenggarakan Kerjasama Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Jateng dan Jaringan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Jateng, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diikuti sekitar 200 peserta.

 

Acara seminar tersebut dihadiri oleh Atiqoh Ganjar Pranowo (Istri Gubernur Jawa Tengah), Elisabeth Endang Prasetyaningsih Hadi Rudiyatmo (Istri Walikota Surakarta), dan berbagai komponen dan aktivis perempuan se-Jawa Tengah.

 

Menurut Rini, Koordinator SPAK Kota Semarang yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa kegiatan ini diisi dengan penyampaian materi, diskusi, simulasi gerakan perempuan anti korupsi dan beberapa pembekalan permainan yang mengandung nilai-nilai anti korupsi.

 

"Harapannya, kedepan, nilai-nilai integritas itu dimulai dari rumah tangga, karena dengan kita memulai dari diri kita sendiri maka itu akan lebih bermanfaat," tutur Rini yang juga aktif dalam pendampingan Pedagang Kaki Lima ini, kepada BodjongPolitan.

 

Bagi Rini, motivasi menjadi agen SPAK adalah rasa moral yang kuat antara rasa benar dan salah, hasrat untuk membantu orang lain melalui pendidikan dan nasihat atau dengan bekerja.

 

"Resiko atau reaksi negatif terhadap agen SPAK yaitu agen SPAK dianggap melawan kebiasaan sosial yang berlaku sehingga banyak agen SPAK banyak menerima cacian dan hinaan dalam lingkungan bisnis atau pekerjaan mereka," imbuh Rini yang aktif dalam kegiatan perempuan di Kota Semarang.

 

Sementara itu, dalam penyampaian materinya, Atikoh Ganjar Pranowo menuturkan bahwa seperti ini sudah dilaksanakan di Purbalingga dengan mengundang daerah sekitarnya.

 

"Ini (kegiatan di Surakarta, pen) adalah kali yang kedua dan semoga di tempat-tempat yang lain segera menyusul," harap Atikoh.

 

Menurut istri Ganjar Pranowo, alasan kenapa berawal dari kita perempuan, karena perempuan bisa menghentikan pungli.

 

"Hasil Base Line Studi KPK, ibu adalah peran utama pendidikan anak termasuk menanamkan kejujuran sebagai modal utama nilai inti anti korupsi. Ibu dianggap memegang peranan kunci dalam pendidikan moral keluarga," papar Atikoh yang juga Ketua SPAK Jateng.

 

Dilanjutkan Atikoh, SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) adalah tentang perubahan generasi secara kolektif yang dimulai dari keluarga. (BP-901)

Read 296 times