Saturday, 19 August 2017

Kisah Ulfa, Cantik, Pebisnis dan Lulus Cum Laude

Saturday, 15 July 2017 09:04
Rate this item
(0 votes)

 

BodjongPolitan, Semarang - Semarang. Namanya Ulfa Nurjanah. Usianya 21 tahun. Dari sisi materi, ia tak begitu beruntung karena tidak berasal dari keluarga berada. Bahkan ia harus bersilat otak menyiasati waktu agar bisa kuliah dan membiayai kuliahnya.

 

Jangan menyepelekan dulu. Ulfa sekarang menjelma menjadi gadis cantik, cerdas, dan bahkan pebisnis sukses. Gadis asal Brebes ini bahkan mampu membelikan rumah untuk Sunjoyo dan Mafrikhatun, kedua orang tuanya. Tak cukup sampai disitu, pada Rabu (12/7/2017) wajah cantiknya berbinar ketika ia dinyatakan lulus dengan sangat memuaskan alias cum laude, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,69. Total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan belajar di Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang adalah tiga tahun sembilan bulan.

 

Ulfa masuk kuliah tahun 2013, anak bungsu itu masuk melalui program Bidik Misi. Sejak masuk hingga lulus, tak serupiahpun ia membebani orang tuanya yang sudah pensiun dari pekerjaannya sebagai kondektur bus AKDP Tegal-Semarang.

 

"Saya harus bisa menghasilkan uang untuk menopang perekonomian keluarga, bersama kakak-kakak saya," kata Ulfa. 

 

Usia ayahnya yang menua, membulatkan tekad keempat anaknya agar bapaknya pensiun dari pekerjaan berat itu. Konsekwensinya, anak-anak harus menopang kehidupan orang tuanya, tak terkecuali si bungsu Ulfa yang masih kuliah.

 

Ulfa kemudian mencoba menjadi reseller sepatu dan menjualnya lewat facebook dan blackberry messenger. Ketelatenannya mulai berbuah, sedikitnya ia menerima order 10 pasang sepatu per minggu. 

 

"Jangan dilihat nominalnya tapi niat anak perempuan yang ingin bahagiakan ibunya, karena restu ibu adalah restu Allah," kata Ulfa.

 

Dari pendapatannya yang mepet itu, Ulfa mulai menabung Rp 10 ribu per hari untuk modal usaha berikutnya. Persaingan pedagang online makin ketat. Ulfa mencoba menambah item dagangannya, seperti, jaket, jilbab dan lainnya. Untuk modal, alhasil pendapatannya malah menurun. 

 

"Saya harus putar otak kembali, kira-kira apa yang bisa dijual dengan sedikit modal yang saya miliki," kata Ulfa.

 

Tiga tahun berjualan online, Ulfa mencoba hal lain. Ia mulai mencoba passion di dunia kecantikan dengan belajar make up. Dasarnya sepele, neneknya adalah tukang rias pengantin top pada jamannya di desanya.

 

"Kata ibuku dulu nenek adalah dukum manten dan bakatna menurun. Mulailah saya dengan menggunakan teman-teman kos sebagai model portofolio untuk promosi," kata Ulfa.

 

Kembali sukses menghampiri karena tekun. Ulfa dipercaya menjadi salah satu agen produk kecantikan. Ia kemudian makin sibuk membagi waktu antara belajar, bekerja, dan berorganisasi di BEM KM Unnes.

 

"Saya hampir tidak punya waktu nongkrong layaknya mahasiswa kebanyakan.  Semua uang yang saya dapat selalu saya tabung dan sisihkan untuk orang tua karena dari awal saya bertekad tidak akan merepotkan keluarga bagaimanapun kondisinya," kata Ulfa.

 

Jatuh bangun menggeluti berbagai usaha dilakukan Ulfa hingga mendapatkan banyak pengalaman. Ia juga kembali berdagang, dimulai dari busana muslim dan juga menjual jasa make up dengan penghasilan yang banyak.

 

Dengan modal yang lumayan banyak untuk peralatan make up, ternyata penghasilannya pun juga meningkat. Bakat berdandan Ulfa menarik minat banyak orang, bahkan ia menjadi mentor acara beauty class.

 

Masih belum berhenti, kini Ulfa merambah bisnis kuliner yaitu makanan Mr. Cuki alias Cumi Krispi hingga bisa memiliki 6 outlet. Setiap outlet bisa menghasilkan pendapatan bersih  Rp 150 ribu per hari.

 

"Insya Allah dalam waktu dekat kami akan membuka cabang di kota lain," kata Ulfa. 

 

Pada masa pencariannya, Ulfa sempat vakum mencari uang. Ia fokus belajar. Cukup lama, kurang lebih empat semester alias dua tahun. Passion sebagai wirausahawan akhirnya memanggil kembali. Tak heran ia kembali berbisnis. 

 

"Kuncinya sepele, tekun dan selalu ingat pesan ibu untuk selalu bersedekah," kata Ulfa.

 

Keberhasilan Ulfa yang sangat disyukuri yaitu  kedua orang tuanya tidak perlu berpindah-pindah kontrakan karena Ulfa dan saudara-saudaranya sedang  membangunkan rumah di Slawi Tegal. Ayah Ulfa, Sanjoyo mengaku bangga dengan anak bungsunya itu. Sejak sekolah dasar, Ulfa memang rajin dan selalu mendapatkan rangking di kelas. 

 

"Bangga sekali. Tidak terbayang bisa sampai seperti ini. Patungan dengan kakak-kakaknya ia mampu membangun rumah yang saat ini masih proses," kata Sanjoyo.

 

Saat wisudanya, Ulfa membawa 2 outlet dan menggratiskan Cumi Krispi miliknya. Teman-teman dan saudaranya ikut membantu termasuk kakak-kakaknya yang datang yaitu Eka Setiawan, Teguh Kristanto, dan Nafila Kalaeli.

 

Rektor Unnes, Prof Dr  Fathur Rokhman MHum mengatakan sebagai bentuk apresiasi, pihak kampus akan membantu keinginan Ulfa yaitu belajar ke jenjang S2. Ulfa memiliki keinginan meneruskan ke UGM, Undip, atau jika keluar negeri yaitu Belanda.

 

"Kita akan bantu fasilitasi, kita usahakan mendapatkan beasiswa. Jika keluar negeri akan dilakukan pendampingan termasuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris," kata Rektor. (BP-ED)

Read 34 times